Bisnis

Catat Kinerja Positif, Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 12,38 Persen

295
×

Catat Kinerja Positif, Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 12,38 Persen

Sebarkan artikel ini
SIBUK: Aktivitas di Terminal Berlian PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat realisasi arus petikemas per Agustus 2026 sebesar 2.027.914 TEUs.

Capaian itu tumbuh 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.804.442 TEUs.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan, capaian tersebut memberikan kontribusi sebesar 30,59 persen terhadap pertumbuhan arus petikemas PT Pelindo Terminal Petikemas secara nasional, yang pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan 5,51% secara tahunan (year-on-year).

“Pertumbuhan kinerja TTL terutama ditopang oleh segmen petikemas internasional yang mencapai 389.682 TEUs, melonjak 78,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 218.076 TEUs,” kata Syaiful dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, arus petikemas domestik tercatat sebesar 1.638.232 TEUs, tumbuh 3,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.586.366 TEUs.

Syaiful menjelaskan, kinerja positif pada segmen internasional antara lain didorong oleh tambahan 23 kunjungan kapal (call) ad hoc internasional di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong.

Pada segmen domestik, TPK Nilam mencatatkan pertumbuhan arus petikemas sebesar 17 persen menjadi 368.127 TEUs, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 315.422 TEUs.

Kunjungan kapal di TPK Nilam juga meningkat sebanyak 16 call menjadi 550 call.

“Sementara itu, arus petikemas domestik TPK Berlian tumbuh 4,1 persen menjadi 916.026 TEUs, dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 880.153 TEUs,” sambungnya.

Peningkatan volume tersebut turut diimbangi dengan terjaganya efektivitas dan keandalan layanan operasional.

Indikator Effective Time/Berthing Time (ET/BT), yang menunjukkan tingkat efektivitas waktu kerja bongkar muat dibandingkan total waktu kapal berada di tambatan, berhasil melampaui target di seluruh terminal.

TPK Teluk Lamong Internasional mencatat ET/BT sebesar 87,93 persen dari target 81 persen, TPK Teluk Lamong Domestik 77,14 persen dari target 73 persen, TPK Nilam 81,59 persen dari target 78 persen, serta TPK Berlian 84,45 persen dari target 80 persen.

READ  Siswa Singapura Pelajari Otomasi Pelabuhan dan Logistik Modern di Terminal Teluk Lamong

Syaiful mengatakan, pertumbuhan arus petikemas hingga Agustus 2026 menunjukkan kepercayaan pengguna jasa yang terus meningkat sekaligus mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga produktivitas dan kualitas layanan.

“Pertumbuhan volume harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kualitas layanan. Karena itu, TTL terus memastikan operasional di seluruh terminal berlangsung secara efektif, cepat, aman, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa,” ujar Syaiful.

Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi dorongan bagi seluruh insan TTL untuk menjaga momentum positif hingga akhir tahun.

“Capaian hingga Agustus menjadi motivasi bagi seluruh tim TTL untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga konsistensi kualitas layanan, serta mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026,” tambahnya.

Capaian solid TTL hingga Agustus 2026 sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta mendukung pertumbuhan aktivitas perdagangan nasional.

Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, TTL terus mendorong percepatan dan efisiensi pelayanan bongkar muat sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran rantai pasok dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia.

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian yang dimulai pada 4 Agustus 2026.

Program hasil kolaborasi TTL dengan KSOP Utama Tanjung Perak tersebut berhasil mempercepat proses pergantian kapal dan memangkas waktu tunggu antar kapal secara signifikan.

“Ke depan, TTL akan terus mengembangkan berbagai inovasi operasional dan memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna meningkatkan produktivitas, keandalan layanan, serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan ekosistem logistik nasional,” pungkas Syaiful. (JTE)