Bisnis

Harga Cabai Rawit di Surabaya Melonjak Jadi Rp 65.000, Yanti Hanya Bisa Pasrah

205
×

Harga Cabai Rawit di Surabaya Melonjak Jadi Rp 65.000, Yanti Hanya Bisa Pasrah

Sebarkan artikel ini
NAIK LAGI: Harga cabai rawit di Surabaya naik hingga Rp 65.000 per kilogram. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Harga komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Surabaya mengalami kenaikan drastis.

Berdasarkan pantauan pedagang di Pasar Wonokromo, harga cabai kecil kini menembus angka Rp 65.000 per kilogram dari harga normal yang berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Siti Aminah, salah seorang pedagang sayur di Pasar Wonokromo, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa kemarau panjang yang berdampak pada produktivitas lahan pertanian daerah penyokong.

“Kenaikan paling menonjol terjadi pada cabai kecil yang sekarang mencapai Rp 65.000 per kilogram. Kalau harga terus tinggi, konsumen biasanya menyiasati dengan mengurangi kuantitas pembelian atau mencampur dengan jenis cabai lain,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Selain cabai rawit, beberapa komoditas sayuran lain juga mengalami penyesuaian harga.

Buncis, misalnya, naik sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram. Namun, sebagian besar pasokan sayuran hijau lainnya terpantau relatif stabil.

Harga cabai rawit yang terus menaik otomatis memberikan dampak kepada sejumlah pembeli, baik pembeli rumah tangga maupun mereka yang belanja untuk keperluan dijual lagi hingga para pedagang makan.

Bu Edy, salah satu pedagang sayur di kampung Medayu Rungkut menjual cabai Rp 8.000 untuk setiap 100 gram.

“Ini pun yang kita kulak bukan cabai yang bagus-bagus seperti biasanya. Ini cabai yang kelas biasa karena kalau yang bagus lebih mahal dan imbasnya nanti susah laku yang akhirnya cepat busuk,” jelas Bu Edy.

Sementara itu, Yanti, pedagang penyetan di Surabaya Pusat mengaku tak bisa mensiasasi harga cabai yang mahal.

Karena rasa pedas cabai tak bisa diganti dengan bumbu lainnya semisal merica. “Kita ini jualannya hanya penyetan. Sambalnya pun dibuat langsung sesuai keinginan pembeli. Kalau minta cabai 15 ya kita kasih sesuai permintaannya,” ungkap Yanti.

READ  Transaksi Ditarget Naik hingga 10 Persen, Catat Jadwal Harbolnas 2026

Akhirnya Yanti hanya bisa pasrah dan berharap harga cabai bisa cepat turun. “Biar saya bisa kembali untung. Karena kalau untuk menaikkan harga, kasihan pelanggannya juga. Semoga harga cabai (mahal, Red) nggak lama-lama,” pungkas perempuan asli Ponorogo itu. (HMV)