Umum

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan-Pemkab Banyuwangi Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja

200
×

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan-Pemkab Banyuwangi Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja penerima manfaat jaminan sosial agar lebih mandiri secara ekonomi. Program tersebut resmi diluncurkan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi pada Jumat (31/7/2026).

Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan pendekatan baru dalam penyaluran manfaat jaminan sosial. Santunan yang sebelumnya hanya diberikan dalam bentuk bantuan tunai kini diarahkan menjadi modal untuk membangun usaha produktif yang berkelanjutan bagi keluarga pekerja.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sebagai tahap awal, sebanyak 100 penerima manfaat mengikuti pelatihan kewirausahaan hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari pengembangan produk, teknik pengemasan, strategi pemasaran, hingga digitalisasi usaha guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan Program PEKA merupakan implementasi nyata konsep Value Beyond Protection, yakni memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan semata, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit, peserta akan didampingi hingga mampu mandiri. Target kami, minimal 10 persen peserta dari setiap angkatan berhasil menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan,” ujar Saiful.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang lahir dari keluarga pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga manfaat program jaminan sosial dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, PPS Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh implementasi kebijakan tersebut. Ia menilai penguatan modal produktif menjadi langkah penting agar santunan yang diterima peserta dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

READ  Menteri Airlangga: AI Tak Akan Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Ciptakan Peluang Baru

“Pendampingan dan pemberdayaan ini sangat krusial agar santunan jaminan sosial benar-benar berdampak jangka panjang. Kami berkomitmen mendorong agar skema nilai tambah seperti Program PEKA ini dapat terus diperluas manfaatnya, sehingga setiap ahli waris mampu bangkit, mandiri secara finansial, dan menjadi wirausaha baru yang tangguh,” kata Diny.

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan memiliki semangat yang selaras dengan Program PEKA (Perempuan Kepala Rumah Tangga) milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan akibat hilangnya penopang ekonomi keluarga.

Ipuk menilai sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis dalam memperluas perlindungan sosial sekaligus mempercepat upaya pengurangan angka kemiskinan di Banyuwangi.

“Sinergi ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas jangkauan perlindungan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kemitraan strategis seperti ini sangat membantu mempercepat efektivitas program penanggulangan kemiskinan,” ujar Ipuk.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap manfaat jaminan sosial tidak hanya menjadi solusi sesaat bagi keluarga pekerja yang kehilangan pencari nafkah, tetapi juga mampu menjadi titik awal lahirnya pelaku usaha baru yang mandiri dan berdaya saing, sehingga kesejahteraan keluarga dapat terjaga secara berkelanjutan. (HDO)