Umum

Investasi Rp 400 Miliar, Mazda Resmi Merakit Kendaraan di Indonesia

313
×

Investasi Rp 400 Miliar, Mazda Resmi Merakit Kendaraan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
PABRIK BARU: Investasi lebih dari Rp 400 miliar menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis perakitan Mazda yang menerapkan standar manufaktur global, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan industri otomotif nasional. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, meresmikan Mazda Indonesia Plant.

Yaitu fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Peresmian ini dihadiri oleh jajaran Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, perwakilan Mazda Motor Corporation, serta pimpinan Eurokars Group sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah, prinsipal global, dan mitra regional dalam memperkuat industri otomotif Indonesia.

President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio mengatakan, peresmian ini menandai babak baru perjalanan Mazda di Indonesia.

“Untuk pertama kalinya sejak dipercaya menjadi Agen Pemegang Merek Mazda pada tahun 2017, Mazda kini merakit kendaraan di Indonesia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan,” kata Ricky Thio, Selasa (28/7/2026).

Kehadiran Mazda Indonesia Plant tidak hanya memperluas kapabilitas manufaktur Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi untuk menghadirkan kualitas produksi yang mengacu pada standar global Mazda sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri otomotif nasional.

Melalui investasi lebih dari Rp 400 miliar, Mazda membangun fasilitas perakitan di atas lahan hampir 65.000-meter.

Pabrik ini dilengkapi dengan lini produksi, area validasi kualitas, dedicated test track, serta berbagai fasilitas pendukung yang dirancang berdasarkan Mazda Global Manufacturing Standards.

Pada tahap awal operasional, fasilitas ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal, dengan kapasitas hingga lebih dari 10.000-unit per tahun melalui operasional dua shift, seiring perkembangan bisnis perusahaan.

Mazda Indonesia Plant merupakan dedicated vehicle assembly facility yang dibangun secara eksklusif untuk kendaraan Mazda.

Berbeda dengan fasilitas perakitan yang menggunakan shared assembly line, seluruh fasilitas, peralatan, metode kerja.

READ  Terminal Teluk Lamong Kian Dilirik Pelayaran Global, Volume Peti Kemas Internasional Tumbuh 90 Persen

Serta proses produksi dirancang secara khusus sesuai karakteristik kendaraan Mazda sehingga setiap tahapan produksi dapat dijalankan secara konsisten berdasarkan standar manufaktur global Mazda.

Proses produksi di Mazda Indonesia Plant mengintegrasikan seluruh tahapan dalam satu alur yang terstandarisasi, dimulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), pengelolaan material melalui Warehouse Management System (WMS), proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan sesuai urutan produksi.

Seluruh aktivitas produksi dikendalikan melalui Manufacturing Execution System (Assembly Line Control) yang memungkinkan setiap komponen, setiap proses, dan setiap kendaraan terdokumentasi secara digital dengan tingkat traceability yang tinggi.

Pendekatan ini memastikan seluruh proses produksi berlangsung secara akurat, konsisten, dan sesuai standar manufaktur global Mazda.

Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan menjalani rangkaian validasi kualitas secara menyeluruh, mulai dari body setting, wheel alignment, hingga dynamic test pada dedicated test track yang mensimulasikan berbagai karakter jalan.

Pengujian kemudian dilanjutkan melalui Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, serta Product Audit sebelum kendaraan dinyatakan memenuhi standar kualitas Mazda dan didistribusikan kepada pelanggan.

Seluruh hasil inspeksi kemudian dievaluasi di Audit Room sebagai pusat validasi kualitas kendaraan berdasarkan Mazda Quality Index for Customer (MQIC), sehingga setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas global Mazda sebelum diterima oleh pelanggan.

Mazda Indonesia Plant merupakan fondasi strategi investasi jangka panjang Mazda di Indonesia.

Lebih dari sekadar pembangunan fasilitas perakitan, investasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun kapabilitas manufaktur premium melalui penerapan standar global Mazda, pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Indonesia, serta transfer pengetahuan manufaktur yang dilakukan bersama Mazda Motor Corporation.

Ricky Thio menjelaskan, seiring perkembangan bisnis perusahaan, Mazda Indonesia Plant juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan model-model Mazda lain-nya yang dirakit di Indonesia, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap.

READ  Satu Juta Penonton! Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa Meledak di Pasaran

Serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri melalui kolaborasi dengan industri pendukung nasional tanpa mengurangi standar kualitas global Mazda.

“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Mazda di Indonesia. Peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia. Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional,” urainya.

“Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional. Kami ingin memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menghadirkan kendaraan berkualitas global, tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan industri otomotif Indonesia,” sambungnya.

Ricky Thio menambahkan, di Mazda, kualitas selalu dimulai dari manusia. Filosofi tersebut diwujudkan melalui pendekatan People, Process, and Quality, yang menjadi landasan operasional Mazda Indonesia Plant.

Seluruh personel produksi menjalani program pelatihan intensif dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli Mazda Motor Corporation.

Selain membangun kompetensi teknis, program ini juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan manufaktur Mazda kepada Sumber Daya Manusia Indonesia.

Setiap personel dibekali filosofi Monozukuri, semangat Takumi Craftsmanship, serta zero defect mindset sebagai budaya kerja yang menempatkan kualitas sebagai tanggung jawab setiap individu sejak awal proses produksi.

Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation, Toru Nakajima mengatakan, Mazda Motor Corporation mendukung pengembangan Mazda Indonesia Plant melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, praktik manajemen kualitas, serta pengembangan kapabilitas Sumber Daya Manusia.

READ  MTV Tutup Seluruh Saluran Musik, Akhiri Era Pemutaran Video Klip di Televisi

“Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan, dan pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia,” ujar Toru. (OPI)