Umum

Gelaran Piala Dunia 2026 Catat Perputaran Uang Global Tembus USD 80 Miliar, Ekonomi RI Ikut Kecipratan Rp 5 Triliun

347
×

Gelaran Piala Dunia 2026 Catat Perputaran Uang Global Tembus USD 80 Miliar, Ekonomi RI Ikut Kecipratan Rp 5 Triliun

Sebarkan artikel ini
MEGAH: Dengan format baru yang menghadirkan 48 negara peserta dan 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, total perputaran ekonomi (gross output) secara global diperkirakan menembus angka fantastis sebesar USD 80,06 miliar (sekitar Rp 1.300 triliun). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 sudah berakhir. Timnas Spanyol berhasil menjadi juara dunia setelah menaklukkan Argentina 1-0 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung adu gengsi si kulit bundar, tetapi juga menjelma sebagai mesin penggerak ekonomi global yang sangat masif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dengan format baru yang menghadirkan 48 negara peserta dan 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, total perputaran ekonomi (gross output) secara global diperkirakan menembus angka fantastis sebesar USD 80,06 miliar (sekitar Rp 1.300 triliun).

Dampak domino finansial dari turnamen sepak bola terbesar di dunia ini tidak hanya dirasakan oleh negara penyelenggara di kawasan Asia Pasifik dan Amerika, melainkan juga merembes hingga ke negara-negara penikmat seperti Indonesia.

Tuan Rumah Panen Investasi dan Konsumsi

Berdasarkan laporan bersama FIFA dan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), peningkatan ekonomi global yang dipicu Piala Dunia 2026 terbagi dalam tiga jalur utama:

Dampak Langsung (Direct Impact)

Menyumbang sekitar USD 6,74 miliar, yang berasal dari belanja operasional, penjualan tiket, akomodasi hotel, dan konsumsi 6,5 juta wisatawan secara langsung di 16 kota penyelenggara.

Dampak Tidak Langsung (Indirect Impact)

Mencapai USD 17,95 miliar, dipacu oleh aktivitas rantai pasok industri logistik, pengadaan infrastruktur, serta sektor transportasi lokal.

Dampak Lanjutan (Induced Impact)

Menjadi penyumbang terbesar hingga USD 55,37 miliar, yang lahir dari peningkatan pendapatan tenaga kerja dan lonjakan konsumsi rumah tangga secara global selama turnamen berlangsung.

Dari sisi pendapatan organisasi, FIFA memproyeksikan total pendapatan langsung turnamen ini mencapai USD 10,9 miliar—melonjak 56 persen dibandingkan edisi Qatar 2022.

READ  Bea Cukai Malang dan Satpol PP Sita Ribuan Rokok Ilegal di Batu

Sektor penjualan hak siar televisi (broadcasting) menyumbang lebih dari USD 4,2 billion, sementara sponsor dan commercial partnership melampaui USD 2,8 miliar.

Dampak Lokal: Ekonomi Indonesia Kecipratan Rp 5,03 Triliun

Menariknya, demam Piala Dunia 2026 juga memberikan stimulus signifikan terhadap roda perekonomian domestik Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat bahwa aktivitas bisnis yang berkaitan dengan turnamen ini berhasil mendorong perputaran uang di dalam negeri hingga Rp 5,03 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono menjelaskan bahwa perputaran uang tersebut tersebar luas di berbagai sektor lintas daerah, mulai dari industri penyiaran hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Manfaat ekonomi Piala Dunia 2026 tidak hanya terkonsentrasi pada negara penyelenggara, tetapi menyebar kuat ke berbagai sektor usaha masyarakat di tanah air, mulai dari Horeka, periklanan, hingga momentum belanja hiburan rakyat,” ujar Kukrit dalam keterangan resminya.

Rincian perputaran ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia mencakup sektor Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) menyumbang kontribusi terbesar mencapai Rp 2,4 triliun dari maraknya acara nonton bareng (nobar) dan peningkatkan konsumsi kuliner.

Sektor Penyiaran dan Iklan (On-Air) menyumbang Rp 1,76 triliun dari belanja periklanan dan sponsor media.

Aktivitas Komersial & UMKM (Off-Air) menyumbang Rp 850 miliar, didorong oleh penjualan merchandise, perangkat elektronik visual/audio, serta gelaran pameran dan Festival Rakyat.

Sektor Pariwisata dan Hiburan Jadi Penggerak Utama

Selain transaksi finansial langsung, Piala Dunia 2026 juga mencatatkan nilai dampak sosial non-finansial global sebesar USD 8,28 miliar.

Sektor pariwisata mendominasi porsi ini hingga 62 persen (USD 5,16 miliar), disusul oleh sektor olahraga sebesar 32 persen (USD 2,60 miliar), dan industri hiburan digital/media sosial sebesar 6 persen (USD 0,52 miliar).

READ  Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi, BBM Disalurkan ke Shell Indonesia

Dengan economic multiplier effect (angka pengganda ekonomi) global yang mencapai 5,74, Piala Dunia 2026 terbukti menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lintas benua yang berhasil mengintegrasikan dunia olahraga, industri kreatif, dan perdagangan masyarakat bawah hingga atas. (EIP)