Headline

Neraca Perdagangan Mei 2026 Catat Defisit, Ini Penyebabnya

363
×

Neraca Perdagangan Mei 2026 Catat Defisit, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Aktivitas di salah satu pelabuhan sebagai salai salah satu pusat kegiatan perdagangan internasional RI. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar USD 1,61 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kondisi ini dipengaruhi meningkatnya defisit neraca perdagangan migas di tengah neraca perdagangan nonmigas yang tetap mencatat surplus.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Defisit neraca perdagangan migas meningkat menjadi sebesar USD 3,76 miliar pada Mei 2026 didorong oleh penurunan ekspor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan impor migas,” ungkap Denny dikutip Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas pada Mei 2026 tetap mencatat surplus sebesar USD 2,15 miliar, ditopang oleh tetap baiknya kinerja ekspor nonmigas yang mencapai sebesar USD 22,44 miliar.

“Kinerja ekspor nonmigas yang tetap positif terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti bahan bakar mineral serta nikel dan barang daripadanya,” lanjutnya.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Dengan perkembangan ini, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Mei 2026 secara kumulatif tetap mencatat surplus sebesar USD 4,03 miliar.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya. (DYS)

READ  Ekspansi ke Surabaya, Chagee Langsung Buka Satu Flagship Store dan Dua Gerai