Umum

Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta lewat Edukasi #MSGYangBenar Sehat dan Lezat

381
×

Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta lewat Edukasi #MSGYangBenar Sehat dan Lezat

Sebarkan artikel ini
KI-KA: Moderator Indra Herlambang, Health Expert Reisa Broto Asmoro, Momfluencer Bu Rudy, Brand Representative Sasa MSG Albert Dinata, Ditisien M. Rizal, M.Gz, Ms, serta Brand Ambassador Sasa MSG Martin Praja, dalam acara Press Conference Sasa #MSGYangBenar di Alun Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026). (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Mitos yang selama ini terbangun di masyarakat selama puluhan tahun, Monosodium Glutamat (MSG), kerap menjadi kambing hitam masalah kesehatan tanpa landasan ilmiah.

Faktanya ancaman nyata justru datang dari konsumsi gula dan garam berlebih.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Guna mendobrak miskonsepsi ini, PT Sasa Inti menggelar Press Conference Sasa #MSGYangBenar, “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos,” Selasa (30/6/2026) di Alun-Alun Surabaya.

Edukasi #MSGYangBenar kali ini menghadirkan panelis ahli yang dipandu oleh Indra Herlambang, yaitu Reisa Broto Asmoro (Health Experts), Mochamad Rizal, S.Gz, MS, Dietisien (Health Experts), Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy.

Health Expert, Reisa Broto Asmoro mengatakan masyarakat selama ini masih banyak salah memahami kandungan MSG.

Menurutnya, glutamat sebenarnya merupakan zat yang secara alami terdapat dalam berbagai bahan pangan sehari-hari.

“Glutamat ada pada tomat, daging, bahkan ASI. Tubuh kita tidak bisa membedakan apakah glutamat berasal dari makanan alami atau dari MSG karena secara kimiawi bentuknya sama,” jelas Reisa.

Ia menegaskan, berbagai lembaga kesehatan dunia telah menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Dietisien Mochamad Rizal, S.Gz., M.S., menambahkan masyarakat justru sering mengganti MSG dengan penggunaan garam dan gula yang berlebihan.

Padahal, penggunaan MSG dalam jumlah yang tepat dapat membantu menekan konsumsi garam sehari-hari.

“Selama ini banyak orang menghindari MSG, tetapi justru menambahkan lebih banyak garam dan gula ke dalam masakan. Padahal penggunaan MSG bisa membantu mengurangi konsumsi garam,” ujarnya.

Rizal menjelaskan konsumsi MSG yang dianjurkan untuk keluarga berkisar 2–2,5 gram per orang per hari.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menghasilkan rasa gurih tanpa melampaui batas konsumsi yang aman.

READ  HET Minyakita Segera Naik, Jadi Berapa?

Selain sesi diskusi, masyarakat juga diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari instalasi edukasi, cooking demo hingga taste test untuk merasakan langsung perbedaan penggunaan MSG dalam masakan.

Ikon kuliner Surabaya, Bu Rudy menambahkan, melalui edukasi ini ia memahami bahwa penggunaan MSG dalam takaran yang tepat bisa membantu mengurangi penggunaan gula dan garam.

“Biasanya kalau masak, keasinan, tambah gula. Kemanisan, tambah garam. Ternyata pakai MSG Sasa, masakan jadi lezat, gurih, tanpa banyak garam dan gula,” ungkapnya.

Untuk membuktikan manfaat tersebut, Sasa menggandeng sejumlah pedagang nasi goreng legendaris di Surabaya yang telah berjualan selama puluhan tahun.

Dalam kolaborasi tersebut, para pedagang berhasil mengurangi pengg

Melalui kampanye ini, Sasa menegaskan bahwa #MSGYangBenar itu sehat dan lezat, sekaligus menjadi solusi cerdas memotong asupan gula dan garam.

Faktanya data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menunjukkan natrium dalam MSG hanya 12 persen, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40 persen.

Selain itu, Journal of Food Science mengungkapkan bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat memotong kebutuhan asupan garam dapur hingga 30 persen persen sekaligus meningkatkan penerimaan rasa (palatability) secara keseluruhan.

Artinya, MSG berbahan alami dari fermentasi tebu ini adalah partner terbaik untuk diet sehat rendah gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan.

“Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada, untuk mendukung edukasi ini, kami menyediakan website msgyangbenar.sasa.co.id agar masyarakat dapat menvalidasi mitos vs fakta seputar MSG” ujar Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti.

READ  Purbaya Pastikan BEI Bergerak Cepat Temui MSCI

Mitos perihal MSG tidak aman dikonsumsi setiap hari tidaklah berdasar.

Fakta membuktikan keamanan penggunaan MSG tidak perlu dipertanyakan lagi.

Sasa telah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun melezatkan dapur setiap keluarga lintas generasi, kali ini hadir melalui kolaborasi dengan para pedagang kaki lima (hawkers) nasi goreng legendaris di Surabaya.

Pengalaman berjualan selama puluhan tahun menjadi bukti nyata bahwa MSG aman dan esensial dalam menjaga konsistensi rasa lintas generasi.

Faktanya dalam kolaborasi ini, para pedagang berhasil memangkas penggunaan gula dan garam secara signifikan dengan menggunakan Sasa MSG tanpa kehilangan rasa gurih ikonik sajian mereka.

Menariknya, experience kuliner sehat ini tidak hanya dibahas di ruang panelis, tetapi dapat dinikmati langsung oleh seluruh pengunjung umum di Alun-Alun Kota Surabaya secara gratis.

Acara ini terbuka untuk umum secara gratis (free entry) dari pukul 13.00 WIB.

Pengunjung ditantang untuk menjelajahi instalasi interaktif #MSGYangBenar, menyaksikan cooking demo, dan mengikuti taste-test langsung demi membuktikan bahwa pola konsumsi tepat bersama Sasa #MSGYangBenar adalah jawaban untuk hidup yang lebih sehat dan tetap lezat. (RJH)