BisnisHeadlineUmum

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Strategis, Pastikan Pasokan Energi Jatim-Balinus Aman

348
×

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Strategis, Pastikan Pasokan Energi Jatim-Balinus Aman

Sebarkan artikel ini
Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan (menunjuk) saat kunjungan tujuh hari di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. (Foto: Pertamina)

INVESTORBISNIS.COM – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, resmi menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja maraton selama tujuh hari di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus). Langkah intensif ini dilakukan guna memastikan kesiapan dan keandalan pasokan energi menjelang musim liburan di gerbang pariwisata utama Indonesia.

Kunjungan kerja tersebut berakhir di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Provinsi Bali, setelah sebelumnya rombongan meninjau sejumlah titik strategis lainnya. Perjalanan awal dimulai dengan peluncuran kapal Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Bali. Rombongan kemudian bergerak meninjau Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal di Labuan Bajo, dilanjutkan ke AFT El Tari dan FT Tenau Kupang, hingga bermuara di AFT Ngurah Rai dan FT Sanggaran.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam arahannya, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa infrastruktur distribusi BBM di wilayah pariwisata memegang peranan yang sangat vital bagi perekonomian daerah.

“Terminal BBM Sanggaran merupakan aset strategis nasional yang menjadi tulang punggung ketahanan energi Bali. Keandalan pasokan harus dijaga karena setiap gangguan tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Iriawan dalam keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.

Prioritaskan HSSE dan Tekankan Evaluasi Lingkungan Mangrove
Mengingat FT Sanggaran berada di pesisir pantai dengan risiko paparan gelombang laut yang tinggi serta berdekatan dengan permukiman padat penduduk, Iriawan meminta penerapan standar keselamatan dilakukan tanpa toleransi. Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini menginstruksikan penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara ketat tanpa celah.

Iriawan juga menaruh perhatian sangat serius terhadap pengelolaan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional. Ia menekankan agar insiden lingkungan yang pernah terjadi dijadikan bahan evaluasi mendalam demi meminimalkan risiko di masa depan.

READ  Bahlil Sebut Uji Coba B50 Tembus 70 Persen, Siap Diterapkan di Berbagai Moda Transportasi

“Dugaan kebocoran pipa yang berdampak pada ekosistem mangrove harus menjadi pembelajaran strategis bagi seluruh Pertamina Group. Setiap kejadian harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem, meningkatkan manajemen risiko, dan membangun budaya pencegahan yang lebih kuat,” tegasnya.

Modernisasi Teknologi Pintar dan Pengawasan Distribusi
Guna memitigasi potensi kegagalan operasional, Komut Pertamina mendorong pengelolaan seluruh aset penunjang—mulai dari dermaga hingga tangki penyimpanan—wajib memanfaatkan teknologi modern. Penerapan teknologi pintar (smart system) pada sistem pengisian diharapkan mampu mendeteksi potensi anomali secara dini.

Selain keandalan internal terminal, Iriawan juga mengingatkan jajaran manajemen regional untuk memperketat pengawasan terhadap kelaikan armada mobil tangki (AMT). Hal ini krusial demi menjamin keamanan rantai distribusi bahan bakar sampai ke tangan konsumen dengan selamat.

“Terminal BBM Sanggaran tidak hanya dituntut menjamin keamanan pasokan energi Bali, tetapi juga menjadi benchmark dalam pengelolaan aset, HSSE, dan keberlanjutan. Penguatan integritas aset dan budaya pencegahan yang kuat akan menjadi fondasi utama kita untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkas Iriawan. (SZW)