Umum

Komitmen Dukung Ibadah Haji 2026, Pertamina Amankan Layanan Energi di 14 Embarkasi

312
×

Komitmen Dukung Ibadah Haji 2026, Pertamina Amankan Layanan Energi di 14 Embarkasi

Sebarkan artikel ini
ISI BBM: Pertamina memastikan ketersediaan avtur untuk melayani penerbangan haji tahun 2026 di 14 embarkasi. (IST)

INVESTORBISNIS.COM – Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk kesiapan energi penerbangan.

Dalam upaya tersebut, Pertamina memastikan distribusi Avtur berjalan lancar di seluruh titik embarkasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Total terdapat 14 bandara embarkasi haji yang menjadi fokus layanan energi aviasi ini.

Dukungan juga diperkuat melalui sistem logistik energi yang terintegrasi serta pemantauan operasional secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, melalui Subholding Downstream Pertamina Patra Niaga, perusahaan telah menyiagakan infrastruktur aviasi serta menjaga ketahanan stok avtur nasional pada level yang aman.

“Pertamina memastikan seluruh infrastruktur aviasi dalam kondisi siap operasi, dengan dukungan sistem distribusi yang andal. Kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kelancaran pemberangkatan lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci,” ujar Baron.

Kebutuhan Avtur selama periode haji tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 80.000 kiloliter.

Peningkatan ini sejalan dengan tingginya aktivitas penerbangan selama musim haji berlangsung.

Untuk itu, Pertamina melakukan perencanaan matang dalam memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi.

Perencanaan tersebut mencakup pengelolaan pasokan energi, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi distribusi di berbagai titik layanan.

Seluruh proses ini dirancang agar operasional berjalan efisien dan tanpa hambatan. Dengan demikian, keberangkatan jamaah dapat berlangsung sesuai jadwal.

Layanan avtur disediakan di sejumlah bandara embarkasi utama di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, serta Bandara Yogyakarta International Airport.

Titik-titik ini menjadi pusat aktivitas penerbangan haji dari berbagai wilayah.

Selain memastikan kelancaran operasional, Pertamina juga terus memperkuat ketahanan pasokan energi.

READ  Pascabencana, Pertamina Terapkan Skema Canting dan Ro-Ro untuk Distribusi BBM dan LPG di Aceh

Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi produksi dalam negeri. Di sisi lain, pengelolaan logistik yang terintegrasi juga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas distribusi.

Dalam mendukung agenda transisi energi nasional, Pertamina turut mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Bahan bakar ini merupakan bioavtur yang dihasilkan dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).

Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi emisi di sektor penerbangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pertamina berkomitmen mendukung transisi energi melalui pengembangan biofuel berbasis bahan baku dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor,” tutup Baron. (LCO)