INVESTORBISNIS.COM – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.
Menjawab kebutuhan akan arah yang jelas di tengah derasnya arus informasi digital, Purchasing Days menghadirkan Digital Update: Advancing Digital Education for School Leaders.
Perhelatan ini adalah sebuah forum strategis yang menghubungkan dunia industri,
bisnis, dan pendidikan dalam satu ekosistem kolaboratif.
Acara ini dirancang untuk memberikan update terkini berbasis industri dalam bentuk
pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif, khususnya bagi para pemimpin institusi
pendidikan.
Lewat acara ini, Purchasing Days ingin memastikan para pemimpin sekolah tidak berjalan sendirian dalam menghadapi era digital.
Purchasing days ingin membantu dunia pendidikan merancang roadmap digitalisasi yang tepat sasaran.
Direktur PT Visiniaga Mitra Kreasindo, Leon Rumambi mengatakan, teknologi berkembang sangat cepat. Kemajuan teknologi saat ini sudah tidak bisa dihidari.
“Kalau kita tidak memanfaatkannya untuk kemajuan pendidikan, sangat disayangkan,” ungkap Leon di acara Digital Update: Advancing Digital Education for School Leaders yang dihelat di Hotel Morazen, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, program pemerintah menunjukkan sedang menutupi gap pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain. “Misalnya sekolah terluar sekarang sudah diberi fasilitas teknologi,” ungkapnya.
Upaya itu dilakukan untuk mengejar kemajuan demi mempercepat proses pembelajaran.
Leon mengatakan, teknologi tak cuma soal kecepatan pembelajaran tapi juga efisiensi dalam sumber daya, peningkatan kualitas pengajar, kepala sekolah hingga pihak yayasan.
“Perlu diingat bahwa perkembangan teknologi tidak untuk ditakuti tapi untuk dirangkul bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ingatnya.
Rektor Universitas Ciputra Surabaya 2006-2017, Tony Antonio mengatakan, dalam 21st Century Skills, salah satunya terdapat komponen digital skill. Yang disasar dalam digital skill tidak hanya bermain tapi juga belajar.
“Bagaimana mereka akrab dengan gadget yang tak hanya untuk fun tapi juga belajar,” tegasnya.
Untuk itu, Tony mengingatkan agar para pelaku di dunia pendidikan terus meng-upgrade kemampuannya.
“Digitalisasi, teknologi engagement, teknologi development adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Termasuk di dunia pendidikan,” tegasnya.
Lebih jauh Tony menjelaskan, sebaran teknologi di dunia pendidikan butuh waktu karena saking luasnya wilayah Indonesia, sementara di sisi lain kemampuan pemerintah terbatas.
Namun hendaknya hal itu tidak menjadi penghalang bagi dunia pendidikan untuk terus meng-upgrade dirinya.
”Pendidikan mau pakai digital gimana, sinyal gak ada, infrastruktur kurang. Itu semua memang masalah nasional,” ujarnya.
Tony menambahkan, meskipun kemampuan terbatas namun pemerintah membuka kesempatan bagi semua pihak, baik swasta, yayasan dan lain-lainnya, untuk terus berkembang.
“Pemerintah mulai aware memberikan bantuan secara selektif, baik di pendidikan dasar menengah maupun pendidikan tinggi. Di sisi lain, swasta juga terus membantu, misalnya lewat kesempatan magang, kunjungan. Sekarang semua pihak bekerja sama untuk mencapai ekosistem pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Direktur Nola School, Caroline Lumengga menambahkan, pemerataan teknologi sedang terjadi di dunia pendidikan nasional.
“Saya melihat banyak sekali pondok pesantren yang terbuka pada kemajuan teknologi. Tentu saja ini hal baik yang harus mendapat support semua pihak,” ujarnya.
Caroline melihat jika saat ini ternyata semua sedang berlomba menuju Indonesia Maju.
“Event di Surabaya hari ini kayak pembukaan, bukan hanya ngumpul untuk edukasi teknologi tapi juga networking. Sekolah saking mendukung, diawali dari kota besar. Kalau ini terus menggelinding maka akan bisa ke seluruh Indonesia,” pungkasnya. (NDY)














