INVESTORBISNIS.COM – Bali tetap menjadi ikon utama pariwisata Indonesia dengan tren kunjungan yang stabil di tahun 2026.
Berdasarkan laporan terbaru dari Politeknik Pariwisata Bali, terjadi lonjakan pergerakan wisatawan pada akhir Maret 2026, yang menunjukkan tingginya kepercayaan wisatawan dunia terhadap Pulau Dewata.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Bali Spirit Festival sebagai salah satu intellectual property (IP) event unggulan nasional, sekaligus representasi penguatan posisi Indonesia dalam industri wellness global yang terus berkembang.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bali Spirit Festival 2026 dan senang dapat merasakan langsung energi yang dihadirkan festival ini. Selama empat hari, 15–19 April 2026, festival ini menunjukkan Indonesia mampu menghadirkan IP event berkelas dunia, yang juga kami dukung melalui program Event by Indonesia,” kata Widiyanti saat meninjau Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).
Bali Spirit Festival merupakan salah satu pionir festival yoga dan wellness internasional terbesar di Asia Tenggara.
Pada tahun ini, festival mengusung tema “Welcome Home” dengan memadukan yoga, tari, musik, dan praktik penyembuhan tradisional (healing) dalam rangkaian kegiatan yang holistik.
Selain itu, festival ini juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah, serta penerapan composting toilet sebagai bagian dari praktik ramah lingkungan.
Widiyanti meninjau berbagai aktivitas utama, antara lain media center, Dharma Fair yang menghadirkan beragam paket wellness, area kuliner dengan pilihan makanan sehat dan vegan, serta The Grooves Stage untuk menyaksikan sesi “Hatha Flow” yoga.
Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia Tenggara dengan nilai mencapai USD 56,4 miliar.
Indonesia juga menempati posisi ke-6 terbesar di kawasan Asia Pasifik, serta mencatat pertumbuhan ke-3 tertinggi di kawasan tersebut.
Widiyanti menegaskan Bali Spirit Festival sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam mendorong pariwisata berkualitas.
Khususnya pada sektor wellness tourism yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah ekonomi.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, Bali Spirit Festival mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp 6,7 miliar, yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, tenaga kerja, hingga pelaku seni budaya.
“Sebagai salah satu pionir wellness event berskala internasional di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara, partisipasi lebih dari 60 negara menunjukkan daya tariknya yang semakin kuat di tingkat global,” kata Widiyanti. (JTS)














