HeadlineUmum

Gandeng ITS, PalmCo Kembangkan Bensin Sawit

282
×

Gandeng ITS, PalmCo Kembangkan Bensin Sawit

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Bensin sawit mulai dilirik sebagai solusi kurangi ketergantungan BBM fosil. (IST/HORTUS)

INVESTORBISNIS.COM – Pemerintah terus mengembangkan bahan bakar non fosil. Kali ini PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis kelapa sawit, yakni biogasoline atau bensin sawit.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan dalam memperkuat hilirisasi industri sekaligus mendukung kebijakan energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam mengintegrasikan riset teknologi ke skala industri.

Tidak hanya berfokus pada produktivitas, PalmCo juga mendorong terbentuknya ekosistem sawit yang ramah lingkungan, termasuk pengembangan energi bersih dan konsep zero waste di area perkebunan.

“Dengan dukungan riset ITS, kami optimistis mampu mengakselerasi implementasi energi bersih, termasuk pengembangan biogasoline yang sangat dinantikan pasar,” ujar Jatmiko.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Surabaya pada Minggu (19/4/2026) bersama Rektor ITS Bambang Pramujati, serta disaksikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menegaskan bahwa pengembangan bensin sawit perlu segera masuk tahap industrialisasi guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita mulai dari industri skala kecil dulu, kalau ini berhasil, langsung kita buka skala besar. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup riset energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi minyak sawit, hingga penerapan sistem industri berkelanjutan.

ITS berperan penting dalam memastikan inovasi dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Ketua tim peneliti ITS, Hosta Ardhyananta, menjelaskan bahwa fokus riset diarahkan pada efisiensi proses konversi minyak sawit menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan mesin kendaraan saat ini.

READ  Kereta Api Jadi Favorit Mudik, Okupansi Angkutan Lebaran Melebihi 100 Persen

Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan pembentukan tim gabungan untuk mengawal implementasi teknologi.

Selain itu, pendampingan juga akan melibatkan pemerintah agar inovasi biogasoline siap diproduksi secara massal.

Sinergi antara industri dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi alternatif berbasis sawit di Indonesia.

Melalui langkah hilirisasi yang terarah, pemanfaatan sumber daya domestik tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjadi solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara bertahap. (WED)