INVESTORBISNIS.COM – Penggantian Jembatan Manyar Lama di Gresik sedang dikebut. Langkah ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan infrastruktur jalan nasional.
Penggantian jembatan dilakukan menyusul penurunan kondisi struktur yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penanganan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan konektivitas tetap terjaga pada salah satu jalur strategis di Jawa Timur.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, konektivitas jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital yang harus selalu dalam kondisi andal dan aman bagi masyarakat.
“Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” kata Dody dikutip, Minggu (19/4/2026).
Pekerjaan pergantian Jembatan Manyar Lama memiliki panjang efektif sekitar 80 meter.
Pebiayaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) TA 2026 dengan nilai kontrak Rp 29,6 miliar.
Pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh kontraktor PT. Tri Jaya Cipta Makmur dengan dukungan pengawasan dari konsultan PT. Aria Jasa Reksatama.
Waktu pelaksanaan pekerjaan direncanakan selama 210 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
Proyek ini ditargetkan selesai dan diserahterimakan (PHO) pada awal September 2026, dengan masa pemeliharaan (FHO) sampai dengan 30 Agustus 2027.
Sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, Jembatan Manyar Lama ditutup total untuk lalu lintas selama lima bulan mulai 1 April hingga 31 Agustus 2026.
Penutupan Jembatan Manyar Lama guna mendukung proses pembongkaran dan penggantian rangka baja jembatan secara menyeluruh.
Sebagai alternatif, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Manyar Baru dengan skema dua arah.
Pengaturan lalu lintas telah disiapkan di kedua arah, baik dari Gresik maupun Lamongan, guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar selama masa konstruksi berlangsung.
Kementerian PU mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengatur kecepatan kendaraan, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Dukungan masyarakat diharapkan dapat menjaga keselamatan bersama serta kelancaran proses pekerjaan. (WAQ)














