INVESTORBISNIS.COM – Kinerja PT Terminal Teluk Lamong (TTL) di kuartal I/2026 tumbuh 4,51 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dengan catatan arus petikemas sebesar 694.996 TEUS.
Capaian tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama di tahun 2025 sebesar 665.007 TEUs.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam mengatakan, peningkatan arus petikemas di kuartal I/2026 tahun ini didorong oleh arus petikemas internasional yang tumbuh signifikan berkat tambahan layanan lima service baru, yakni Feeder Asia Express Service (FAX), Sea – India Service 1 (SEI1), TPI Service, TI1 Service dan CIM Service.
Disamping itu juga terdapat tambahan tujuh kapal adhoc pelayaran internasional, seiring dengan kenaikan signifikan pada rute Singapura dan Malaysia serta pada rute Taiwan dan Middle East.
“Selain itu, arus petikemas domestik juga mengalami kenaikan positif, khususnya atas peningkatan kinerja pelayaran tujuan Makassar, Kendari, dan Berau di TPK Nilam,” ungkap Syaiful, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, pertumbuhan ini menjadi cerminan optimisme pemilik barang atas efektivitas operasional dan kemampuan PT Terminal Teluk Lamong dalam menangkap peluang pertumbuhan arus barang, sejalan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manajemen guna mewujudkan Operational Excellence dan Customer Satisfaction melalui implementasi strategi digitalisasi layanan.
Memasuki periode Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri, TTL menerapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus logistik bahkan hingga pasca Lebaran.
“Guna memastikan kelancaran logistik barang sepanjang Hari Raya Idulfitri hingga setelahnya, TTL mengoptimalkan kapasitas terminal, menyediakan buffer area untuk kendaraan angkutan barang, serta memastikan kesiapan sistem Terminal Booking System (TBS), agar proses pengaturan muatan dan kendaraan dapat dilakukan secara terintegrasi,” ujarnya.
PT TTL juga konsisten menerapkan pola operasional berbasis planning and control. Hal itu tercermin dari rasio capaian ET/BT yang merupakan perbandingan effective time (waktu efektif bongkar muat) dibandingkan berthing time (durasi kapal bersandar hingga berlayar) dengan capaian kuartal I sebesar 86,85 persen dari target 81 persen. Sedangkan kapal petikemas domestik tercapai 73,91 persen dari target 73 persen.
“Dengan capaian ini, TTL optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026, serta memastikan perannya sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan Indonesia timur,” pungkasnya. (YLU)














