Ekonomi

Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Tumbuh di Bulan Maret 2026, Ini Kelompok Penyokongnya

235
×

Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Tumbuh di Bulan Maret 2026, Ini Kelompok Penyokongnya

Sebarkan artikel ini
MINIMARKET: Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi salah satu penyokong kinerja penjualan eceran di bulan Maret 2026. (NA)

INVESTORBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh.

Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang diprakirakan tumbuh sebesar 2,4 persen (yoy).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 9,3 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm),” kata Denny dalam keterangan resminya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok.

Terutama Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Subkelompok Sandang.

“Sejalan dengan peningkatan permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” sambungnya.

Pada Februari 2026, lajut Denny, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,5 persne (yoy), lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Subkelompok Sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7 persen (mtm).

Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026, diprakirakan meningkat.

READ  Rupiah Melemah ke Rp16.775 per Dolar, BI Lakukan Intervensi Pasar

Sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, diprakirakan relatif stabil.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku.

Sementara itu, IEH Agustus 2026 diprakirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1. (JZI)