INVESTORBISNIS.COM – Garuda Indonesia Group terus menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan proses transformasi berkelanjutan.
Khususnya melalui penguatan alat produksi serta kesiapan armada Garuda Indonesia dan Citilink.
Hal ini tercermin dari kinerja operasional anak usahanya, Citilink, yang mencatatkan capaian solid selama periode peak season Lebaran pada 14–29 Maret 2026.
Pada puncak arus mudik, tepatnya 29 Maret 2026, Citilink berhasil melayani sekitar 48 ribu penumpang dalam satu hari.
Angka ini menjadi rekor tertinggi jumlah penumpang harian sepanjang sejarah operasional Citilink.
“Sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia Group,” kata Darsito Hendroseputro, Direktur Utama Citilink, dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan, selama periode angkutan Lebaran 2026, Garuda Indonesia Group mengangkut lebih dari 1,1 juta penumpang.
“Dari jumlah tersebut, Citilink memberikan kontribusi signifikan dengan melayani sebanyak 681.162 penumpang melalui 4.357 penerbangan,” lanjutnya.
Darsito menjelaskan, capaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan penerbangan yang aman, andal, dan tepat waktu.
Sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Citilink dalam memperkuat kinerja Garuda Indonesia Group.
“Pencapaian jumlah penumpang harian tertinggi ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap layanan Citilink dan Garuda Indonesia Group,” ungkapnya.
“Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas udara yang optimal melalui kesiapan armada, penguatan layanan operasional, serta peningkatan pengalaman pelanggan,” imbuh Darsito.
Selain capaian jumlah penumpang, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) sebesar 92,08 persen.
Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran, didukung oleh kesiapan operasional Citilink di seluruh jaringan penerbangannya.
Ke depan, sinergi di lingkungan Garuda Indonesia Group akan terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat.
“Sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja Citilink maupun entitas anak usaha lainnya secara berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui dukungan pendanaan Danantara, Garuda Indonesia Group menargetkan pada akhir tahun 2026 akan mengoperasikan sedikitnya 118 armada.
Rinciannya terdiri dari proyeksi 68 serviceable aircraft milik Garuda Indonesia dan 50 serviceable aircraft milik Citilink.
Upaya optimalisasi armada yang layak operasi (serviceable aircraft) tersebut akan diperkuat melalui percepatan sejumlah inisiatif strategis dalam proses perawatan armada.
Langkah ini mencakup heavy maintenance airframe check pada pesawat Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, serta Airbus A330.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan overhaul dan shop visit untuk komponen utama, seperti mesin (engine), Auxiliary Power Unit (APU), serta landing gear.
Langkah ini sebagai upaya memastikan performa armada tetap optimal dan andal dalam mendukung operasional penerbangan. (CWD)














