BisnisEkonomiUmum

Bidik Pasar Fashionista Surabaya, Bonsoir Buka Toko Offline Pertama

318
×

Bidik Pasar Fashionista Surabaya, Bonsoir Buka Toko Offline Pertama

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COMBonsoir Indonesia resmi membuka toko offline pertamanya di Surabaya setelah 15 tahun beroperasi sebagai luxury multi-brand store berbasis online. Gerai perdana ini berlokasi di Pakuwon Square, kawasan seberang Pakuwon Mall Surabaya, dan menjadi langkah awal Bonsoir memperluas layanan offline kepada pelanggan.

Perwakilan manajemen Bonsoir, Devy Vicario Ong, mengatakan kehadiran toko fisik ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan pecinta fashion di Surabaya yang ingin melihat dan mencoba produk secara langsung sebelum membeli. “Kami ingin membantu para pecinta fashion di Surabaya, terutama yang menyukai produk branded dan mengikuti tren yang sedang berjalan. Banyak yang ingin melihat barangnya dulu sebelum memutuskan membeli,” ujarnya di sela pembukaan toko offline pertama Bonsoir Indonesia di Surabaya, Selasa (27/1/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Devy, meski Bonsoir selama ini melayani pembelian secara online dan menyediakan opsi pengembalian barang dengan syarat tertentu, permintaan untuk menghadirkan toko fisik terus meningkat. “Banyak pelanggan yang ingin mencoba, melihat langsung, lalu membeli jika sudah cocok. Itu yang mendorong kami membuka toko offline,” katanya.

Gerai Bonsoir di Surabaya menampilkan sekitar 150 brand dengan total koleksi mencapai sekitar 10 ribu item. Produk yang tersedia mencakup tas, pakaian ready-to-wear, sepatu, hingga aksesori untuk pria, wanita, dan anak-anak. Sebagian besar koleksi merupakan tas dan busana, dengan dominasi kategori wanita.

Bonsoir juga menyediakan layanan consignment, pre-order dari Eropa dan Amerika Serikat, serta penjualan produk pre-loved. “Di sini ada produk baru dan juga pre-loved. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kisaran Rp1 juta hingga puluhan juta rupiah,” ujar Devy.

Terkait pemilihan lokasi, Devy menjelaskan Bonsoir memilih area di luar pusat perbelanjaan utama karena kebutuhan ruang yang lebih luas. “Kami butuh space yang cukup besar untuk men-display barang, karena koleksi di sini cukup banyak, termasuk titipan dari konsinyasi,” katanya.

READ  Menag Ajak Umat Kristiani Maknai Natal 2025 sebagai Panggilan Kembali ke Keluarga

Menyoal potensi pasar Surabaya, Devy menilai kota ini masih memiliki peluang pertumbuhan meski kondisi ekonomi sedang melambat. “Kami melihat market Surabaya tetap punya potensi. Memang situasi ekonomi sedang tidak mudah, tapi kami tetap berusaha bertumbuh dan menjaga keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Bonsoir sendiri berdiri pada 2011 dan dikenal melalui penjualan online di situs resmi bonsoir.id serta sejumlah marketplace seperti Shopee dan TikTok. Devy menyebut Surabaya dipilih sebagai lokasi toko offline pertama karena merupakan kota asal Bonsoir sekaligus basis pasar utama di wilayah timur Indonesia. “Surabaya ini market untuk Jawa Timur dan sekitarnya, seperti Malang, Sidoarjo, bahkan ada pelanggan dari luar pulau yang mampir ke Surabaya,” katanya.

Ke depan, Bonsoir menargetkan ekspansi ke kota lain. “Harapannya, setelah Surabaya, kami bisa berkembang ke Jakarta. Potensinya besar dan pasarnya luas. Tapi kami mulai dari Surabaya dulu untuk mempelajari karakter market offline,” ujar Devy.

Saat ini, mayoritas pelanggan Bonsoir berada di rentang usia 21 hingga 45 tahun, dengan kebiasaan belanja yang mengutamakan pengalaman melihat dan mencoba produk secara langsung sebelum membeli.
(DEN)