Umum

Distribusi Beras SPHP di Jatim Lambat, Harga Beras Terus Melonjak

370
×

Distribusi Beras SPHP di Jatim Lambat, Harga Beras Terus Melonjak

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan realisasi distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayahnya masih sangat rendah. Hingga Kamis (28/8/2025), baru 6,17 persen dari total 173 ribu ton beras SPHP yang berhasil disalurkan ke masyarakat.

“Ini yang menyebabkan lonjakan harga beras di pasar. Maka cara seperti pasar murah ini kami maksimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap bisa dijangkau,” kata Khofifah di sela-sela kegiatan pasar murah di kantor Samsat UPT Dispenda Jatim, Kota Malang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kendala Teknis Hambat Distribusi
Meskipun stok beras di Bulog Jatim melimpah, bahkan hingga harus menyewa gudang tambahan, proses distribusinya ternyata tidak berjalan mulus. Khofifah menjelaskan, kendala utama ada pada aplikasi KlikSPHP yang digunakan untuk mengakses beras bersubsidi.

Sebagian masyarakat yang sudah mendaftar melalui aplikasi tersebut belum bisa mengambil berasnya karena proses verifikasi yang lambat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Malang termasuk yang relatif lancar, tetapi di daerah lain belum semua bisa terserap,” jelasnya.

Jamin Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi
Khofifah mengingatkan bahwa kenaikan harga beras akan sangat memengaruhi daya beli masyarakat, mengingat beras merupakan kebutuhan konsumsi rumah tangga tertinggi. Untuk mengatasi masalah ini dan mempercepat penyaluran, Pemerintah Provinsi Jatim bekerja sama dengan Bulog, TNI, dan Polri.

Dengan stok 173 ribu ton yang tersedia, Khofifah optimistis kebutuhan beras masyarakat Jawa Timur akan terpenuhi. Namun, ia menekankan pentingnya percepatan distribusi agar program SPHP ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (AQP)

READ  Munas XI IKA Unair: Khofifah Terpilih Secara Aklamasi untuk Periode Kedua