BisnisUmum

Basha Market 2025 Surabaya: Labyrinth Kenangan, Brand Lokal, Industri Kreatif.

344
×

Basha Market 2025 Surabaya: Labyrinth Kenangan, Brand Lokal, Industri Kreatif.

Sebarkan artikel ini

INVESTORBISNIS.COM – Surabaya kembali menjadi pusat perhatian industri kreatif dengan digelarnya Basha Market 2025, menandai satu dekade perayaan eksistensi acara ini. Bertempat di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya, mulai 29 hingga 31 Agustus 2025, Basha Market menjanjikan pengalaman multisensori bertema “Labyrinth.”

Mengusung konsep labirin yang mendalam, Basha Market menggandeng Of Sorts dan Sciencewerk untuk menciptakan empat instalasi imersif berlapis emas, melambangkan pencarian makna dan refleksi memori. Pengunjung akan disambut oleh instalasi Labyrinth – The Entrance to Memory, sebuah lorong LED yang menampilkan figur kelinci terjebak dalam kotak, metafora tentang manusia yang terperangkap dalam kenangan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Selain instalasi utama, sorotan lain termasuk The UBS Golden Egg, Zojirushi Golden Zen Garden, dan Gilded Tides Immersive Room. Setiap instalasi dirancang untuk memprovokasi emosi dan menantang persepsi pengunjung melalui perjalanan visual dan emosional di dalam labirin.

Menurut Devina Sugono, Co-Founder Basha Market, tema “Labyrinth” diperkuat melalui serangkaian program yang menyoroti storytelling dari merek-merek lokal. Program unggulan, Basha Haul, melibatkan Key Opinion Leader (KOL) untuk memberikan ulasan awal produk, meningkatkan eksposur dan minat publik sebelum acara dimulai.

Inovasi baru tahun ini adalah Basha UGC Corner, di mana sejumlah host profesional akan berinteraksi langsung dengan pemilik merek, mengungkap cerita di balik produk secara live. Pendekatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara merek dan pengunjung, sekaligus memperkokoh posisi Basha sebagai ruang kolaborasi.

“Ini adalah sebuah lingkaran dukungan. Dari pemilik merek hingga konten kreator, semuanya berperan. Basha adalah contoh kecil bagaimana ekonomi kreatif berputar melalui sebuah acara,” kata Devina, menekankan pentingnya kolaborasi.

READ  Pos Indonesia dan Shopee Berkolaborasi, Luncurkan Layanan COD PosAja!

Christie Erin, Co-Founder Basha Market, menambahkan bahwa Basha berawal dari keinginan untuk memberikan platform bagi merek lokal untuk berkembang. “Dulu, tidak banyak merek lokal yang dikenal. Sekarang, masyarakat menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama. Visi kami perlahan terwujud,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erin menjelaskan bahwa dampak Basha Market meluas ke berbagai sektor, termasuk fotografer, concept director, hingga penyedia venue. Hal ini menunjukkan betapa industri kreatif, bahkan melalui sebuah acara, dapat menggerakkan roda perekonomian secara signifikan. (ZQH)